Kamis, 12 Mei 2016

Cara Setting Air Screw (Setelan Angin) karburator

Cara Setting Air Screw (Setelan Angin) karburator - Misal yang kita kenali, karbu merupakan perangkat pencampur dari hawa serta bensin yg bakal merubah jadi butiran spray/uap yg nanti bakal masuk dalam mesin melalui intake/manifold, dgn kombinasi hawa serta bensin yg cocok atau bhs teknisnya dgn AFR (air fuel ratio) yg cocok jadi kinerja motorpun bakal maksimal seperti semestinya.
Selanjutnya karbu skep, yg bertugas kepada mengatur debet hawa merupakan baut airscrew.

Beberapa waktu lalu butuh di ketahui jg, yang menjelaskan atur airscrew karbu intinya merupakan kepada memaksimalkan kemampuan putaran bawah aliaskinerja pilot jet (0-5rb RPM).., meskipun keseluruhannya jg punya pengaruh pada kemampuan mainjet serta jet niddle (jarum skep) diputaran menengah serta atas.



Butuh di ketahui pula, atur airscrew karbu bukan hal yang mutlak. Namun keselarasan besaran angka pilot jet serta main jet pula punya pengaruh, berarti jika pilot jet/main jet kekecilan atau kegedean meskipun airscrew karbu disetting hingga lumutan ya tetep saja tidak dapat maksimal.

Nah mengenai langkah atur karbu yg umum dikerjakan dengan beberapa mekanik serta dapat diaplikasikan dengan kita merupakan yang menjadi di bawah ini..

Posisikan motor di standar tengah,Nyalakan mesin,Putar/tutup air screw, bersamaan dgn semakin menutupnya baut air screw jadi motor bakal brebet, nah pertahankan supaya mesin tak mati dgn sesuaikan melalui bukaan handle gas di stang, tahan di kisaran RPM 4-5rb.

Waktu tempat airscrew telah tertutup serta mesin telah brebet…, jadi putar/bukalah air screw perlahan.. bersamaan bukaan air screw jadi mesinpun bakal berawal berteriak/RPM bakal naik dgn sendirinya walopun handle gas kita tahan diposisi semula…, teriakan mesin bakal makin tetras.. tetras.. serta trs meninggi.., nah sebentar sesudah teriakan mesin anyar saja meninggi apabila kita stop putaran air screw hingga disitu…maka itu yg namanya settingan basah
Apabila putaran air screw td kita lanjutkan jadi teriakan mesin selalu meninggi.. meninggi serta selalu meninggi walopun tempat handle gas masih sama ditahan selanjutnya tempat awal mulanya, nah sebentar sesudah teriakan telah meraih yg paling tetras jadi apabila kita stop putaran airscrew hingga disitu jadi itu namanya settingan kering.

Nah jika ingin settingan yg bebrapa tengah saja dengan kata lain tidak basah serta tidak kering yg bermakna putaran air screw diposisikan di antara settingan basah serta kering.

Settingan basah : merupakan settingan kepada iklim panas serta kering, buat touring jarak jauh, atau track panjang, mesin tdk bakal cepat panas, settingan basah bakal merasa kl putaran bawah (rpm rendah), motor merasa sedikit lambat berakselerasi serta sedikit sedikit brebet krn jumlah bensin sangat kaya sesaat jumlah hawa sangat miskin yg ditata melalui bukaan airscrew, tp putaran tengah serta atasnya enak…napas motor merasa lbh panjang.

Settingan tengah : merupakan kepada seluruh medan, terlebih diperkotaan yg tipikal berkendaranya stop and go, settingan tengah enak diputaran bawah hingga putaran atas…, tp masih sama putaran bawahnya tak seenak settingan kering serta putaran atasnya tak seenak settingan basah, rasa-rasanya serba tengah semuanya.

Settingan kering : merupakan kepada iklim dingin, serta dipakai kepada track pendek, motor bakal cepat berakselerasi serta merasa enteng, pas kepada track pendek.

Namun selanjutnya karbu vakum nyetting karbunya memerlukan kepekaan yg unggul tajam, sebab apa…? sebab selanjutnya karbu vakum naik turunnya skep+jarum skep tak ditata melalui handle gas, tetapi melalui kevakuman hawa di dalam mesin, jadi kadang-kadang jika skep karbunya telah baret, serta naik turunnya skep tak lancar, jadi saat air screw kita putar/buka jadi putaran mesin meningginya telat/terlambat…, malahan terkadang tak meninggi serupa sekali.

Baca juga : Cara Setting Air Screw Motor Satria FU 150 Paling Mudah

Langkah di atas merupakan langkah atur paling basic kepada kepentingan harian, mengenai kepada tingkat mekanik expert yg kepada balap patokan settingnya lain lg…gak senantiasa merujuk selanjutnya teriakan mesin sewaktu air screw berawal dibuka…, namun sesuai dgn keperluan track.

Kita ambillah contoh FU si lone rider saya :

Kepada di pakai 500m lumayan gunakan PJMJ 38/118.. besutan putaran bwh udh gesit.. 13. 500RPM mudah dicapai, nah PJ/MJ segitu jika dipaksa 800meter mesin merasa kering serta panas.. serta busipun putih. Sementara itu kepada track 800m saya pakai PJMJ 38/120 atau 40/118. Namun kepada touring saya pakai 38/120 cuma air screwnya saya kurangin 1/4 putaran (setingan basah).

Sesungguhnya jika motor ingin akselerasinya unggul cepet buat saja setingan kering.. PJ-MJ tidak usah sangat besar.., tp itu cuma kepada jarak pendek.

Demikian serta mudah-mudahan berguna.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar